Jumat, 27 Mei 2011

الأضوات

       تعريف علم الأصوات:                                                         
علم الأصوات هو علم الذى يبحث في أصوات اللغة من حيث انتاجها و من حيث انتقالها ومن حيث ادراكها. ويدعى العلم الذي يبحث في انتاج الأصوات اللغوية علم الأصواتالنطقي. وأما العلم الذي يبحث في انتقال الأصوات اللغوية من المتكلم الى السامع فهو علم الأصوات الفيزءى. وأما العلم الذي يبحث في ادراك هذه الأصوات فيدعى علم الأصوات السمعي.

Kamis, 26 Mei 2011

devinisi perpustakaan

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
            Belajar adalah proses yang kompleks yang terjadi pada diri seseorang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya. Interaksi yang terjadi selama proses belajar tersebut dipengaruhi oleh lingkungannya, antara lain terdiri dari murid, guru, petugas perpustakaan, bahan atau materi pembelajaran, dan banyak lagi yang lain yang menjadi pengaruh belajar seseorang.
            Guru adalah komponen terpenting dalam proses pembelajaran siswa. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar. para guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang telah disediakan sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman.
           

kata-kata tabu n idiom

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
Bahasa adalah alat komunikasi manusia dalam melakukan interaksi dengan sesamanya dan lingkungan sosialnya. Dalam berkomunikasi, manusia pada umumnya berinteraksi untuk membina kerjasama antar sesamanya dalam rangka membentuk, mengembangkan, dan mewariskan budaya dalam arti yang luas. Dalam pada itu adakalanya atau dapat dikatakan sering manusia berselisih atau berbeda pendapat antara satu dengan yang lainnya. Dari situasi dan kondisi ini manusia sebagai pemakai bahasa sering memanfaatkan bahasa atau berbagaikata-kata yang kurang dimengerti oleh lawan bicaranya, karena kata yang digunakan terdiri dari gabungan kata yang berbeda makna tetapi gabungan tadi satu maksud atau sering disebut Idiom atau kata-kata yang tidak sepatutnya diucapkan yang biasa dikenal dengan tabu. Kata-kata kasar, jorok, makian, sindiran halus dan sejenisnya sengaja atau tidak sengaja terlontar dari lidah seseorang untuk mengekpresikan segala bentuk ketidaksenangan, kebencian, atau ketidakpuasan terhadap situasi yang tengah dihadapinya.

Senin, 09 Mei 2011

behaviorisme dabn strukturalisme

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Psikologi adalah pengetahuan tentang jiwa manusia. Oleh karena itu jiwa merupakan pengertian yang abstrak, tidak bisa dilihat dan belum bisa diungkapkan secara lengkap dan jelas, maka orang lebih cenderung mempelajari “jiwa yang memateri” atau “jiwa yang menjasmani”, yaitu bentuk tingkah laku manusia sepanjang hidupnya.

SAHABAT


Biarlah aku memeluk erat tubuhmu                                                                                        
Walau kutahu sang waktu kan membelenggu
Biarlah aku memegang penuh tanganmu
Meski kutahu dunia tak lagi berpihak padaku
Kau……………
Kau adalah belahan jiwaku
Kau adalah butiran disetiap hembusan nafasku
Biarlah aku jauh darimu
Tapi tak kan kubiarkan hatiku jauh darimu

cinta Mu


Ketika aku tak peduli pada Mu
Kau tetap mencintaiku
Ketika aku melupakan Mu
Kau selalu mengingatku
Ketika aku mulai meragukan Mu
Kau datang meyakinkanku
        Bodohnya aku yang tak pernah menyadari itu
        Cinta Mu begitu besar dan tak berujung
        Ya Rabb………
        Maafkanlah aku yang tak menyadari besarnya cinta Mu untukku

Rabu, 09 Maret 2011

kenali dirimu

pandanglah sedekat mungkin, berpikir dengan ligika, dan larilah sejauh yang kau mampu

 @ Pandanglah sedekat mungkin. Jika kamu ingin mengetahui apa yang kamu lihat, pandanglah ia sedekat yang kau bisa. Tatapalah apa yang ada padanya dan kau akan memahaminya.   
 @ Berpikir dengan logika. Jika kau benar-benar memahaminya gunakan logikamu untuk mendalaminya dan mengerti sedalam-dalamnya tentang dia. pahami dia sampai butir terkecil dalam dirinya.      
@ Larilah sejauh yang kau bisa. Dan apa bila kau mengerti dan telah memahami dengan detail apa yang kamu pandang dan kamu dalami. Carilah untuk mendapatkannya sejauh yang kau bisa. Jangan jadikan jarak sebagai alasan. Jangan jadikan nafas (kelelahan) sebagai penghalang.
                            
 Seperti kau mendaki gunung. Semakin kau daki, maka gunung itu tarasa semakin tinggi. tapi tidak ada alasan bagi pendaki untuk kembali karena alasan tinggi dan lelah.
   
 Kenali dirimu, maka kamu akan kenal Tuhanmu
 Kenali dirimu, maka dengan mudah kau bisa mengenali orang-orang sekitarmu   
 Kenali dirimu, maka tak satupun orang yang tak mengenalmu